Ilustrasi
Beijing - Kepolisian China menangkap 7 orang yang diduga kuat terlibat insiden pengeboman dan penikaman di stasiun Xinjiang, bulan lalu. Dua pelaku utama dalam insiden tersebut telah tewas, namun polisi mencurigai ada pelaku lain yang berhasil melarikan diri saat itu.
Dalam insiden yang terjadi 30 April lalu, para pelaku membawa senjata berupa pisau serta membawa bom. Dua pelaku tewas dalam ledakan bom bunuh diri di stasiun tersebut. Sedangkan 1 warga sipil tewas dan 79 orang lainnya luka-luka.
"Tujuh pelaku yang kabur berhasil ditangkap pada 14 Mei oleh polisi di Xinjiang dan langsung diinterogasi terkait penyelidikan yang terus berlangsung," demikian seperti dilaporkan media setempat, Global Times dan dilansir AFP, Sabtu (17/5/2014).
Kepolisian setempat telah berhasil mengidentifikasi salah satu pelaku serangan sebagai Sedirdin Sawut, pria berusia 39 tahun dari Aksu, Provinsi Xinjiang. Dua saudara laki-laki Sawut beserta isitrinya dan salah satu sepupunya termasuk dalam orang-orang yang ditangkap polisi, pekan ini. Ketujuh tersangka tersebut ditangkap di wilayah yang tak jauh dari Urumqi, ibukota Xinjiang.
"Di sebuah peternakan di kota Changji, di distrik Jimsar, tidak jauh dari Urumqi," terang Global Times dalam artikelnya.
Kepolisian setempat memulai kembali penyelidikan kasus ini meskipun kedua pelaku tewas. Awal bulan ini, polisi Xinjiang menyatakan tengah mencari petunjuk baru yang bisa membawa pada latar belakang pelaku di balik serangan mematikan tersebut.
Polisi juga telah menyebarkan foto dua pelaku agar mempermudah publik dalam memberikan informasi terkait pelaku. Bahkan polisi sempat menawarkan imbalan sebesar 100 ribu yuan atau setara Rp 184 juta bagi informasi terkait pelaku.
Novi Christiastuti Adiputri - detikNews

0 Komentar untuk " Pengeboman Stasiun Xinjiang, 7 Tersangka Dibekuk Polisi"